JawaPos.com – Emas fisik menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih karena dinilai mampu mempertahankan nilai aset dalam jangka panjang. Namun, memiliki emas saja tidak cukup. Cara penyimpanannya juga perlu diperhatikan agar tetap aman dari risiko pencurian, kerusakan, maupun kehilangan.
Banyak orang masih menyimpan emas di tempat yang mudah ditebak atau kurang aman. Padahal, dengan langkah yang tepat, kamu bisa mengurangi berbagai risiko tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Berikut 8 tips menyimpan emas fisik yang bisa diterapkan!
1. Simpan di Tempat yang Tidak Mudah Ditebak
Hindari menyimpan emas di lokasi yang sudah umum diketahui, seperti di bawah kasur, dalam lemari pakaian, atau di laci meja. Tempat-tempat tersebut biasanya menjadi sasaran pertama ketika terjadi pencurian.
Sebaiknya pilih lokasi penyimpanan yang tidak mencolok dan sulit dijangkau orang lain. Semakin sedikit orang yang mengetahui lokasi penyimpanan emas, semakin kecil pula risikonya.
2. Gunakan Brankas Berkualitas
Jika jumlah emas yang dimiliki sudah cukup banyak, mempertimbangkan penggunaan brankas bisa menjadi pilihan yang bijak. Pilih brankas dengan sistem penguncian yang kuat dan, jika memungkinkan, memiliki fitur tahan api.
Agar lebih aman, pasang atau tanam brankas pada lantai atau dinding sehingga tidak mudah dipindahkan oleh pencuri.
3. Pertimbangkan Safe Deposit Box
Bagi yang ingin tingkat keamanan lebih tinggi, kamu bisa memanfaatkan layanan Safe Deposit Box (SDB) di bank. Fasilitas ini dirancang untuk menyimpan barang berharga, termasuk emas batangan dan dokumen penting.
Meski dikenakan biaya sewa tahunan, banyak orang memilih SDB karena memiliki sistem keamanan berlapis dan akses yang lebih terbatas.
4. Simpan Sertifikat Bersama Emas
Jika kamu membeli emas batangan yang dilengkapi sertifikat keaslian, pastikan dokumen tersebut disimpan dengan baik. Sertifikat dapat mempermudah proses penjualan kembali dan membantu membuktikan keaslian emas.
Usahakan sertifikat tidak rusak, terlipat, atau terkena air agar kondisinya tetap terjaga.
5. Hindari Terlalu Sering Memegang Emas
Meskipun emas tidak berkarat, permukaannya tetap bisa tergores atau terlihat kusam akibat minyak dan kotoran yang menempel dari tangan.
Simpan emas di dalam kemasan aslinya atau gunakan sarung tangan saat memegangnya agar kondisi fisiknya tetap terjaga, terutama jika kamu berencana menjualnya kembali di kemudian hari.
6. Jangan Mengumumkan Kepemilikan Emas
Sebisa mungkin hindari membagikan informasi mengenai jumlah emas yang kamu miliki, baik kepada orang yang tidak berkepentingan maupun di media sosial.
Semakin sedikit orang yang mengetahui kepemilikan emas tersebut, semakin kecil pula risiko menjadi target tindak kejahatan.
7. Periksa Kondisi Penyimpanan Secara Berkala
Sesekali, periksa kondisi tempat penyimpanan untuk memastikan emas tetap berada di lokasi yang aman. Pastikan tidak ada tanda-tanda kerusakan pada brankas, kemasan, maupun tempat penyimpanan lainnya.
Pemeriksaan rutin juga membantu memastikan sertifikat dan emas tetap dalam kondisi baik.
8. Pisahkan Emas di Beberapa Lokasi Jika Jumlahnya Banyak
Jika nilai investasi emas yang kamu miliki sudah cukup besar, pertimbangkan untuk tidak menyimpannya di satu tempat saja.
Membagi penyimpanan di beberapa lokasi, misalnya sebagian di rumah dalam brankas dan sebagian lagi di Safe Deposit Box, dapat mengurangi risiko kerugian apabila terjadi pencurian atau kejadian yang tidak diinginkan.